Postingan

Pra Analitik Laboratorium Klinik

LABORATORIUM KLINIK MENURUT GOOD LABORATORY PRACTISE A Pra Analitik 1. Menghadapi pasien/klien/customer Dalam menghadapi pasien yang perlu diperhatikan adalah aspek dari kepuasan pelanggan, mulai dari pasien datang sampai dikeluarkannya blanko hasil pemeriksaan. Menurut Imam Hilman (2004), apabila pelanggan merasa puas maka akan dapat meningkatkan keuntungan atau profit bagi perusahaan. Demikian juga kepuasan pelanggan laboratorium akan dapat meningkatkan keuntungan bagi laboratorium yang bersangkutan. Apabila pelanggan puas terhadap pelayanan laboratorium, maka ada 3 hal yang dapat mendongkrak profit laboratorium tersebut, yaitu : a. Pelanggan yang puas akan selalu loyal Apabila pelanggan loyal maka sewaktu-waktu mereka memerlukan pemeriksaan laboratorium akan datang kembali ke laboratorium tersebut, yang pada akhirnya dapat meningkatkan keuntungan bagi laboratorium tersebut. b. Pemasaran menjadi efektif Pelanggan yang merasa puas terhadap pelayanan laboratorium maka merupakan sarana ...

Analitik

GAMBARAN IDEAL LAB KLINIK MENURUT GLP (2) 1. Pemeriksaan Laboratorium Yang Perlu diperhatikan dalam melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen : a. Metode yang digunakan. Semakin ringkas metode yang digunakan semakin menghemat waktu pemeriksaan, namun perlu dilihat pula spesifisitas dan sensitifitasnya. b. Instrumen yang digunakan. Alat manual akan mengalami waktu yang lama untuk mendapatkan hasil, namun lebih yakin dan teliti. Alat Otomatis walaupun cepat, namun banyak yang perlu dikendalikan, baik volume pengisapan alat, QC alat, kalibrasi alat, pemeliharaan yang sulit, kondisi ruangan yang khusus dan mengalami kesalahan sistematik dan kasar karenanya tidak hati-hati dan menguasainya. c. Personal yang bekerja. Tenaga terlatih lebih baik dan cepat dalam bekerja dibandingkan tenaga yang belum terlatih atau baru bekerja. Tingkat pendidikan berpengaruh juga terhadap ketepatan dan ketelitian pemeriksaan. Wanita pada umumnya di Indonesia lebih teliti bekerja dibandingkan pria, na...

Pasca Analitik

Pasca Analitik menurut GLP 1. Cara pencatatan hasil Kegiatan pencatatan dan pelaporan di laboratorium harus dilaksanakan dengan cermat dan teliti karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan dapat mengakibatkan kesalahan dalam penyampaian hasil pemeriksaan. Pencatatan kegiatan laboratorium dilakukan sesuai dengan jenis kegiatannya. Ada 4 jenis pencatatan, yaitu : a. Pencatatan kegiatan pelayanan b. Pencatatan keuangan c. Pencatatan logistik d. Pencatatan kepegawaian e. Pencatatan kegiatan lainnya, seperti pemantapan mutu internal, keamanan kerja dan lain-lain. Pencatatan kegiatan pelayanan dapat dilakukan dengan membuat buku sebagai berikut : a. Buku register penerimaan spesimen terdapat di loket berisi data pasien dan jenis pemeriksaan b. Buku register besar/induk berisi : data-data pasien secara lengkap serta hasil pemeriksaan spesimen. c. Buku register/catatan kerja harian teap tenaga : 1). Data masing-masing pemeriksaan 2). Data rekapitulasi jumlah pasien dan spesimen yang diter...

TRANSUDAT DAN EKSUDAT

Rongga-rongga serosa dalam badan normal mengandung sejumlah kecil cairan. Cairan itu terdapat umpama dalam rongga perikardium, rongga pleura, rongga perut dan berfungsi sebagai pelumas agar membran-membran yang dilapisi mesotel dapat bergerak tanpa geseran. Jumlah cairan itu dalam keadaan normal hampir tidak dapat diukur karena sangat sedikit. Jumlah itu mungkin bertambah pada beberapa keadaan dan akan berupa transudat atau eksudat. Fungsi dari transudat dan eksudat adalah sebagai respon tubuh terhadap adanya gangguan sirkulasi dengan kongesti pasif dan oedema (transudat), serta adanya inflamasi akibat infeksi bakteri (eksudat). Transudat terjadi sebagai akibat proses bukan radang oleh gangguan kesetimbangan cairan badan (tekanan osmosis koloid, stasis dalam kapiler atau tekanan hidrostatik, kerusakan endotel, dsb), sedangkan eksudat bertalian dengan salah satu proses peradangan. Bila radang terjadi pada pleura, maka cairan radang juga dapat mengisi jaringan sehingga terjadi gelembung,...

Materi Dasar Praktikum Kimia Klinik

A. PENGAMBILAN DARAH VENA Darah vena diperoleh dengan jalan pungsi vena. Jarum yang digunakan untuk menembus vena itu hendaknya cukup besar, sedangkan ujungnya harus runcing , tajam dan lurus. Dianjurkan untuk memakai jarum dan semprit yang dispossible; semprit semacam itu biasanya dibuat dari semacam plastik. Baik semprit maupun jarum hendaknya dibuang setelah dipakai, janganlah disterilkan lagi guna pemakaian berulang. Semprit yang banyak dipakai untuk pemeriksaan hematologi ialah yang mempunyai volume 2 dan 5 ml.. Dianjurkan pula menggunakan “ jarum –jarum steril “ ( Vacutainer, Venoject ) yakni jarum yang diperlengkapi dengan tabung gelas hampa udara; pada waktu melakukan pungsi vena, darah terisap ke dalam tabung itu. Alat ini dapat digunakan 1kali saja. Memakai jarum – tabung ini ada keuntungan tambahan karena darah yang diperoleh dalam keadaan tidak kecemaran. a Pengambilan darah vena Tujuan : Untuk mendapatkan darah vena dengan jalan punksi Prinsip : Saat melakukan penusukan pa...

SEDIMEN STERNHEIMER MALBIN STAIN

PENDAHULUAN AIM Sedi Uri Stain merupakan modifikasi pewarnaan Sternheirmer-Malbin yang sangat stabil yang digunakan untuk pewarnaan dalam sediment urin dalam penentuan kualitatif maupun kuantitatif sediment urin secara mikroskopis. Pengumpulan dan Penanganan Sampel 1. Gunakan wadah atau plastik yang kering dan bersih untuk menampung sampel urine. 2. Gunakan urine pertama di pagi hari agar diperoleh hasil sedimentasi yang optimal. 3. Setelah dikumpulkan, proses sample sesegera mungkin. Pemeriksaan sampel setelah 4 jam dapat menyebabkan menurunnya sediment atau berubahnya senyawa kimia dan bahan fisika urin. Jika pemeriksaan tidak segera dilakukan, simpan sampel spesimen pada 2-8OC. Jangan dibekukan. 4. Jangan Gunakan urine yang telah lama ditampung dalam urine bag pasien dengan kateterisasi karena komponen sedimen sebagian telah rusak dan terjadi pertumbuhan bakteri yang pesat. Materi yang Tersedia dalam Kit : 1. AIM Sedi Uri Stain 5 x 20 ml 2. 1 lembar petunjuk penggunaan Materi yang t...

Test lab Hemostasis

PLASMA PROTHROMBIN TIME (PPT) Pemeriksaan ini dipakai untuk menguji faktor extrinsic. Sebagai tissue thromboplastin dipakai aceton dehydrated rabbit brain. Prinsip pemeriksaan : - Darah dicampur dengan anticoagulant citras natricus 3,8% dengan perbandingan. - Plasma yg terjadi kemudian dipisahkan (didalam plasma ini terkandung macam-macam faktor pembekuan). - Kemudian plasma tersebut ditambahkan suspensi dari aceton dehydrated rabbit brain dan diinkubasi pada suhu 37OC. Selanjutnya ditambahkan CaCl2. Test ini digunakan untuk menguji extrinsic pathway. Jadi diperlukan faktor VII, faktor V, faktor X, faktor II serta faktor I yang normal, sedangkan tissue thromboplastin tidak perlu normal. Arti klinis : - Test ini normal hasilnya : 11 – 13,5 detik. Akan tetapi harus disertai dengan laporan, misalnya :  PPT penderita 12,5 detik ; PPT control 12,0 detik.  PPT penderita 16,0 detik ; PPT control 12,5 detik.  Dikatakan abnormal apabila beda dengan kontrol lebih dari 2 detik. - Test PPT ini ...